Aku

Suara hati masih saja melepas sumpah serapah
Atau memang aku yang tinggi hati seperti jerapah ?
Rasanya tak sanggup lagi aku memberi upah
Atau ketinggalkan seisi rumah ?

Aku melongok kekedalaman hatiku
Tak kutemukan keikhlasan itu
Dari detik kedetik hatiku semakin ngilu
Mungkin reda setelah nanti aku jadi abu

Tak henti-henti aku mencari jawab
Tentang ungkapan temanku : “kau berubah 180 derajat”
Sebenarnya aku tak begitu terperanjat
Karena dari doeloe aku bangsat

Kembali aku melepas caci makiku
Tentang kenyataan bahwa hidupku telah kaku
Atau memang otakku tak mau tahu
Bahwa hatiku telah seperti batu
Sekian dulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s