Tak ada subsidi BBM ?
Sudah beberapa kali saya mendengar wawancara dengan Kwik Kian Gie di berbagai media antara lain lewat sebuah radio swasta di mana Kwik secara tegas mengatakan bahwa istilah subsidi BBM adalah istilah yang kurang tepat dan cenderung menyesatkan.Hari ini beredar lewat email sebuah file yang pada judulnya dibuat oleh Agusnizami@yahoo.com.sg, www.infoindonesia.wordpress.com yang menganjurkan artikelnya untuk dikutip dan disebarkan. Edaran dalam format pdf berisikan slide show dengan judul seperti judul artikel ini yang membeberkan beberapa fakta yang mempertegas pernyataan yang dikutip dari Kwik sebagai berikut:
Kwik Kian Gie:
Tak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel.
Tapi karena hanya bisa menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika harga minyak Internasional lebih dari harga itu.
Di sebaran itu juga dikatakan dengan dasar hitung-hitungan bahwa pemerintah sesungguhnya tetap untung meskipun harus mengimpor kekurangan BBM sebesar 200.000 barel per hari dengan harga minyak internasional yang berlaku saat ini sebesar US$ 125/barrel maka,meskipun pemerintahIndonesia tetap menjual dengan harga Rp 4.500/liter (US$ 77/brl) pun maka pemerintah akan tetap untungsebesar US$ 49,4 juta per hari atau sama dengan Rp 165,8 Trilyun dalamsetahun (1US@=Rp 9.200).
Benarkah Indonesia Boros BBM?
Selama ini dikatakan bahwa Indonesia terlalu boros BBM. Data yang disajikan ternyata konsumsi BBM Indonesia bukanlah yang tertinggi melainkan di urutan 116 bahkan di bawah negara-negara Afrika seperti Botswana dan Namibia.
Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya?
Terhadap anggapan bahwa subsidi BBM hanya dinikmati oleh orang kaya, pendapat ini juga dibantah mengingat fakta bahwa mobil mewah hanya kurang dari 5% dari total mobil yang ada di Indonesia.
Indonesia Kekurangan Energi?
Faktanya:
Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri
Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunia
Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak.
Masih ada beberapa fakta lainnya yang tidak saya kutip di sini karena bukan itu maksud dari tulisan ini untuk menyalin edaran tersebut.
Di akhir dari slide terdapat link dari berbagai sumber dari data yang dijadikan acuan dari artikel tersebut yaitu:
•Wikipedia, MS Encarta, World Bank, Hadits Web
•http://www.plnjaya.co.id/berita/berita_peristiwa.asp?do=view&id=2909&idm=5&idSM=1
•http://www.lab2.kuis.kyoto-u.ac.jp/~raymond/pebola/IndoJpnEnergi.html
Masih ada beberapa fakta lainnya yang tidak saya kutip di sini karena bukan itu maksud dari tulisan ini. Saya yakin beberapa pembaca Wikimu juga ada yang menerima sebaran email tersebut. Saya juga yakin ada banyak hal yang bisa diperdebatkan dari data dan fakta yang disajikan. Namun yang pasti ada hal-hal yang bisa kita dijadikan renungan pengambil keputusan untuk merespon secara bijaksana. Kita tidak bisa menutup mata dan telinga dari fakta yang tak terbantahkan bahwa sesungguhnya ada beberapa hal yang masih harus dibenahi. Rakyat sudah melek informasi. Ketidaktransparanan akan memicu perlawanan, Demo mahasiswa bukan tanpa alasan. Sudah saatnya pemerintah memeriksa ulang kebijakannya. Benarkah pengelolaan negara ini sudah selayaknya.
Dkutip dari : wikimu.com, penulis Gus Wai

Leave a Reply